Benarkah bahwa ijma’ (kesepakatan) kaum muslim adalah bahwa Fathimah az-Zahra Ra Sayyidah dan penghulu para wanita di seluruh alam dan tidak seorang pun yang bisa menyamai dan menjangkau keutamaannya, baik itu Aisyah Ra atau yang lain? Dan makna semacam ini disepakati baik itu oleh pembela atau pun musuh Ahlulbait. Dan seperti inilah yang dikatakan oleh Abu bakar bin Daud, Malik, Ibnu Abi al-Hadid dan yang lain.[1] Oleh karena itu, kenapa nama Aisyah begitu dibesar-besarkan? Dan kenapa di setiap khutbah jumat dan di setiap kitab-kitab kita (Ahlusunnah), nama Aisyah selalu disebut-sebut sementara nama sayyidatu nisail’alamin (penghulu wanita di seluruh alam) tidak pernah disebutkan?.[2]
[1] . Syarah Nahjulbalaghah 20: hal 17 , Irsyadu As-Sari 6: 10, Ghaliyatul Mawa’iz 1: 270, Tarikh Al-Khamis 1: 265, Ar-Raudhul Anfi 1: 160.
[2] . Fathul Bari jilid 9 hal 136.
DIarsipkan di bawah: Kaifa

Salom
Meski tidak pernah disebut dalam khutbah Jumat az Zahra as tetap mawar bagi para pecinta sejati sebab Mawar tetaplah Mawar yang selalu menebarkan keharumannya meski tidak pernah disebut namanya. Aisyah, capek dech….!
Salom
Sang Nabi teragung bersabda ada 4 perempuan penghulu semesta dan surga, pertama Maryam as, Asyiah ra istri Firaun, Khadijah ra, Fatimah as. Dan yang terbaik diantara mereka adalah Fatimah as. Lantas di mana Aisyah????? Gelap dech!!!!!