Orang-orang Syiah berkata bahwa: Ada sebuah persoalan yang isinya meremehkan dan menghina Rasulullah Saw dan Aisyah Ra menukil persoalan tersebut sebagai sebuah riwayat. Dimana tentunya bagi setiap manusia yang mempunyai rasa cinta kepada Rasulullah saw, maka hal ini adalah sesuatu yang tidak bisa diterima dan membuat telinga gatal[1], dan sebagian dari hal itu adalah sebuah kebohongan dan tidak sesuai dengan syari’at dan pribadi Rasulullah saw.
Aisyah Ra berkata: “ketika aku menikah, aku dalam keadaan masih gadis perawan”.
Aisyah Ra berkata: “Adalah wahyu turun kepada Rasulullah Saw dan ketika itu aku dan beliau berada dalam satu selimut”. [2]
sesungguhnya Aisyah Ra mengabarkan kepada orang-orang bahwa beliau saw telah menciumnya dalam kondisi Nabi saw sedang berpuasa.[3]
Aisyah Ra: “Suatu hari Rasulullah masuk kepadaku dalam keadaan dua orang kanis (pembantu) sedang sibuk melantunkan sebuah lagu, Rasulullah Saw tanpa memperhatikan mereka, langsung menuju tempat tidurnya kemudian tidur, tiba-tiba Abu Bakar Ra masuk dan menakut-nakutiku dan dia berkata: Musik setan di dalam rumah Nabi!! Rasulullah Saw berkata kepadanya (Abu Bakar ra): jangan ganggu mereka, biarkan saja mereka teruskan nyanyiannya. Ketika Abu Bakar Ra sedikit lalai, maka saya pun segera menyuruh pembantu-pembantu itu untuk pergi meninggalkan ruangan”. [4]
Ihwal menyaksikan tarian: dari Aisyah Ra berkata:”Adalah pada suatu hari raya ada orang budak hitam sedang bermain menari dengan pedang dan perisai, maka aku pun bertanya kepada beliau saw dan beliau berkata: Kamu menyukainya, dan menyaksikannya? lalu aku berkata: iyah, lalu beliau mendirikanku di belakangnya, pipiku diatas pipinya dan dia berkata:silahkan kalian wahai Bani, berilah dia sampai betul-betul jenuh dan bosan. Dia berkata: cukup bagimu. Saya berkata: iya. kemudian dia berkata:pergilah![5]
Dari Aisyah Ra: “Pada hari raya sekelompok orang dari Habasyah datang ke Masjid dan dalam keadaan mereka sedang menari-nari, Nabi saw memanggil saya -Aisyah Ra- dan meletakkan kepalaku diatas bahunya dan menonton mereka (orang yang sedang menari itu).[6] Asqalani berkata peristiwa ini -tarian habasyah- terjadi pada tahun ke 7 H yaitu ketika Aisyah ra berumur 15 tahun.[7]
Dari Aisyah Ra berkata: “aku berbaring dan tidur di depan Rasulullah Saw . dan kedua kakiku aku letakkan di tempat sujudnya. Ketika beliau Saw sujud, dia mengusap kakiku!! Aku pun dengan segera menarik kaki. Dan ketika Nabi Saw bangkit untuk rakaat berikutnya, aku pun kembali menjulurkan kaki”.[8]
[1] . Sair I’lamu An-Nablau 2: 193, 191 dan 172.
[2] . Ibid.
[3] . Bukhari 2: 2 Kitab Al-’Idain bab Al-Hirab Wa Ad-Darq Yaum Al-’Id dan jilid 4: 47 kitab Al-Jihad, bab Ad-Darq. Shahih Muslim 2: 609 kitab As-Shalat.
[4] . Bukhari 2: 2 Kitab Al-’Idain bab Al-Hirab wa Ad-Darq Yaum Al-’Id dan jilid 4: 47 kitab Jihad , bab Ad-Darq Shahih Muslim 2: 609 kitab Shalat Al-’Idain; 4 ba Ar-Rukhshah fii Al-La’ab jilid 19.
[5] . Bukhari 1: 169 kitab Al-’Idain bab 2.
[6] . Muslim 2: 609 kitab Shalat Al-’Idain.
[7] . Syarah Nawawi 6: 186.
[8] . Bukhari 1: 107 Kitab shalat, bab as-shalat ‘alal Faraidh dan hal 136 bab At-tathawwu’ fii khalfil Mar’ah dan hal 138 bab Hal yaghmuzu Ar-rajulu imraatau ‘inda As-sujud dan jilid 81 kitab Shalat bab ma yajuzu minal ‘amal fii as-shalat. Shahih Muslim 2: 367 kitab shalat bab 51 al-’itiradz baina yadai al-mushalli jilid 272.
DIarsipkan di bawah: Kaifa

Mohon maaf, tulisan di atas juga sama dengan tulisan di Blog ini yg berjudul “Beberapa Soalan untuk Ustadku [56]. Mohon diganti dgn topik yg berbeda.
Saya saran 1 topik yg belum dibahas melalui komentar saya pada “Beberapa soalan utk Ustadku [55]. Mohon diulas.
Salam ‘alaykum.
Salam…
Makasih atas ketelitian Anda..
Maaf setelah sekian lama nggak meng-up-to-date n uploading di blog ini membuat saya lalai memperhatikan hal ini.
Ihwal komentar Anda pada “Beberapa Soalan untuk Ustadku [55],” saya akan komentari ketika kitab saya sudah dikembalikan, doain aja segera kembali.
Trims