Ihwal

Blog ini bernama Blog Sunni yang bercitrakan Meniti Sahara Makrifat yang dilaunching dengan tujuan mengajak para browser untuk menelaah secara kritis hal-hal yang berkenaan dengan akidah, sejarah dan fikih mazhab jumhur Sunni. Yang dengannya kita dapat mengikuti dan mengamalkan sunnah Rasulullah Saw dan sahabatnya yang terpilih dan menjadi seorang Sunni sebenarnya dan siap beradu pandangan dunia dengan mazhab atau bahkan agama lain.

Sahara yang terbentang di hadapan kita sedemikian luas, tantangan taufan senantiasa siap menghadang langkah seorang pengelana yang mencari oase kebenaran, fatamorgana palsu juga bergentayangan di sana-sini yang berpotensi menipu langkah setiap pengelana, tapi yakinlah dengan bersandar kepada Allah dan akal sehat, oase yang menanti di depan siap melepaskan dahaga makrifat Anda.

Iklan

7 Tanggapan

  1. 2 golongan umat yang akan celaka karena Imam Ali as

    Ada sebuah hadits yang cukup terkenal, bahwa rasulullah saw bersabda kepada imam Ali ‘pada dirimu terdapat kesamaan dengan Isa bin maryam yang dibenci orang-orang yahudi.sehingga mereka menyebarkan banyak sekali kebohongan tentang ibunya.disamping itu ia juga dicintai oleh orang-orang nasrani, sehingga mereka menempatkannya pada tempat yang bukan semestinya” (HR abu Ya`la).

    Dalam syarahnya para ulama ahlusunnah biasanya mengatakan bahwa Ali ra disikapi oleh 2 golongan umat : yaitu, pertama berlebih-lebihan dalam mencintainya, mengutamakannya atas sahabat yang lain bahkan sampai menuhankannya dan ini adalah kelompok syi`ah atau rawafidh
    Kedua, yang berlebih-lebihan dalam membencinya bahkan mengkafirkannya dan ini adalah keyakinan kelompok khawarij atau nawashib
    Adapun selain kedua keyakinan yang akan binasa itu, ialah keyakinan ahl sunnah yang moderat bersikap realistis terhadapnya, menempatkannya pada posisi ke 4 dalam khulafa ar rasyidin.

    “Komentar
    Penisbatan nawashib dan rawafidh bagi syi`ah dan khawarij menurut saya adalah tidak tepat.Adapun syi`ah adalah orang-orang yang mencintai Imam Ali as sebagaimana dikatakan dalam hadits “ya Ali tidak akan mencintaimu kecuali mu`min dan tidak akan membencimu kecuali munafik” (HR Muslim) jika mencintainya (yakni Imam Ali) berarti mengutamakannya atas sahabat yang lain maka ini adalah hal yang wajar saja ,apakah ada aturan pengutamaan sahabat dan seseorang akan binasa hanya karena mengutamakan seseorang atas orang lain ? dalam kehidupan kita sehari-hari juga kita menyaksikan adanya seseorang yang lebih menyukai seorang ulama tertentu dibanding ulama yang lain, padahal bisa jadi yang disukainya tidak lebih utama ?

    Jika mencintainya (Imam Ali as) berarti membenci musuh-musuhnya, ini justru sebuah keniscayaan cinta dari seorang yang tulus, mustahil kita mencintai seseorang kemudian mencintai pula musuh-musuhnya ?! Allah swt berfirman”.Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”(Qs 2 : 256) Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus (Qs 49 : 7) karena itu iman kepada Allah juga harus diikuti dengan kekafiran terhadap thaghut seseorang yang beriman adalah musuh bagi kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan.
    Sedangkan berlebih-lebihan yang dimaksud hadits diatas ialah menempatkan posisi ketuhanan bagi mahluk makhluk Allah siapapun (tidak hanya Imam Ali as) sebagaimana firman Allah”Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.)(Qs 2 : 165) dan kelompok syi`ah tidaklah termasuk yang demikian.

    Kedua,Nawashib ialah orang-orang yang memusuhi Imam Ali dan ahl baitnya as, menyembunyikan keutamaannya, bahkan memeranginya.penggolongan khawarij sebagai nashibi adalah kurang tepat, sebagaimana diketahui kelompok khawarij mengkafirkan setiap muslim yang berbeda dengan mereka artinya mereka tidak hanya memusuhi ahlulbait tetapi juga memusuhi musuh-musuh ahl bait.Sama seperti kita mengatakan bahwa Israel memusuhi Hizbullah ini tidak tepat karena Israel adalah musuh islam tanpa memandang dia itu sunni, syi`ah, hamas ataupun hizbullah,begitu juga khawarij yang mengkafirkan setiap muslim di luar mereka.

    Kaum nawashib ialah orang-orang yang mendedikasikan hidup mereka tiada lain kecuali dengan kebencian yang mendarah daging hanya dengan ahl bait nabi dan syi`ahnya.

    Berikut ini sebuah ulasan dari saya untuk dapat memperjelas kelompok yang bagaimanakah yang dapat disebut nawashib sejati ?

    Kelompok manakah yang memulai perang dengan Imam Ali, menuduhnya pembunuh Utsman? kelompok manakah yang memulai perang siffin ?
    Mungkinkah dalam perang yang memakan lebih dari 1000 orang muslim hanya persoalan ijtihadiyah belaka karena ke dua belah pihak sama-sama benar ?

    Apakah pandangan yang moderat berarti meng`udul`kan setiap sahabat ? Ulama dari kelompok manakah yang sepakat mengkriminalisasi pelaku penyerangan ke rumah khalifah utsman, namun menetapkan pahala berijtihad bagi pembunuh Imam Ali (as) ?

    Apakah pandangan yang moderat ini membenarkan takwil terhadap pemberontakan muawiyah dan menilainya bukan nawashib ? menolak memasukkan Imam Ali as sebagai khalifah yang lurus selama ratusan tahun, namun menerima muawiyah dan yazid sebagai imam ? membenarkan pelaknatan atas imam Ali dan ahl baitnya , namun melarang mengkritik sahabat ? ataukah bunyi hadits Rasulullah saw “Ya Ali tidak akan membencimu berlebihan kecuali munafik ? kalau membenci sedikit bukan munafik ??!!!!

    Kelompok manakah yang selalu menolak keutamaan keutamaan ahl bait ? yang menganggap perawi-perawi dengan kecintaan terhadap ahl bait tidak tsiqah, sedangkan menganggap khawarij lebih konsisten dalam beragama ? kelompok manakah yang sekiranya terdapat hadits-hadits keutamaan ahl bait tetapi hanya lewat jalur pengakuan dari musuh-musuhnya dan bukan dari pencinta-pencintanya ? Dan yang lebih celaka lagi menolak dan menuduh seorang perawi sebagai pendusta karena mengidam sebuah bid`ah kecintaan terhadap ahl bait nabi!!!
    Inikah yang dimaksud mengkhususkan kebencian terhadap ahl bait ?

    Berkacalah wahai orang-orang yang ber-akal !!!

    Siapa yang nashibi ?

  2. Salam…
    Cukup menarik analisis yang Anda buat bertautan dengan masalah hadis tentang 2 golongan yang ifrath dan tafrith dalam hal Khalifah Ali bin Abi Thalib Ra yang populer di kalangan mazhab jumhur (ASWAJA). Namun Ada beberapa hal yang perlu saya komentari dari posting Anda, Mas Yusuf..,kelihatannya Anda adalah seorang yang, kritis, well-versed dan cukup banyak membaca literatur Islam dari kedua belah mazhab.
    Ke depan semoga Tuhan memberikan taufik untuk dapat mengomentari posting Mas Yusuf…
    Sampai nanti…

    regards

    Bloger Sunni

  3. Bukankah Syi’ah ghuluw sudah punah ?

  4. Isyraq:
    Benar Mas…sudah punah lantaran terbakar oleh amukan api sejarah..
    Tapi saya pesimis Anda mengenal baik Syiah ghuluw itu? Coba deh terangin sedikit apa yang Anda ketahui tentang Syiah Ghuluw?? Have a good explaining…. 😉

  5. Anda menyangka Syi’ah yang ada sekarang ini masih ghuluw ? Sebenarnya sikap ghuluw ini di Sunnipun ada, yaitu pengkultusan terhadap para sahabat, bahkan sampai pada suatu tingkat mendudukan sahabat tertentu pada posisi yang sama dengan Nabi.

  6. Blog Sunni:
    Saya nggak melihat tuh adanya praktik-praktik “ghuluw” dalam ajaran Syiah 12 Imam yang masyhur sekarang ini. Anda bisa baca dari ajaran-ajaran mereka misalnya salah seorang alim kesohor mereka Thaba-thabai dalam Shiite in Islam. Bahkan dalam fatwa-fatwa juris mereka beranggapan bahwa ghuluw ini najis dan musyrik.
    Nampaknya Anda harus membedakan antara makna “ghuluw” yang bermakna memandang seseorang memiliki kedudukan uluhi, sementara kultus biasanya sekededar penghormatan yang berlebihan kepada orang-orang tertentu. Dalam kasus para sahabat ini terjadi penghormatan yang berlebihan sedemikian sehingga menurut Ust. Quraish Shihab, sedemikian ASWAJA menghormati (dalam bahasa Anda kultuskan) sahabat sehingga malah merendahkan dan mendegradasi kedudukan Nabi. Dan kredonya, para sahabat can do no wrong, sementara Kanjeng Nabi, can do wrong… Nggak percaya..
    Silahkan nantikan postingan selanjutnya dari Blog Sunni ini.. Cherio.. 😀

  7. Ahsantum ya Ustadz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: