Buku Tamu

Selamat Datang di Blog Sunni

Silahkan Anda isi buku tamu yang tersedia sebagai ekspresi apresiasi, simpati atau antipati terhadap pengelolah site ini. Dengan berbasiskan weblife, mari kita rajut jaringan hidup dengan saling melapangkan proses take and give menuju weblife yang lebih baik, lebih ramah, lebih dialogis dan bersahabat.

Regards

Bloger Sunni 

Iklan

37 Tanggapan

  1. saya sepakat dengan anda tentang kebenaran mazhab ahlul bait.

  2. Allahumma, tunjukkan kepada kami kebenaran sebagaimana ia, dan mudahkanlah kami untuk mengikutinya.
    Allahumma, tunjukkan kepada kami kebatilan sebagaimana ia, dan lapangkan dada kami untuk menjauhinya..
    Semoga kita semua terbimbing ke jalan yang benar.

    best regards

    Blogger Sunni

  3. Salamun alaik. Buat saya Ali bin Abi Thalib itu manusia biasa. Peranannya dalam sejarah toh tidak lebih hebat dari wali songo, karena setiap masa ada orangnya dan setiap orang punya masanya. Selain itu, keturunan keluarga Nabi Muhammad (ahlul bait) itu manusia biasa. Jadi, buat apa kita mengkultuskan sebagaimana halnya umat agama tertentu terhadap pendetanya? Yang membedakan kita adalah ketakwaan kita masing-masing. Mari berpikirlah dengan jernih, jangan dengan emosi. 🙂

  4. Dengan Nama yang Segala Keindahan Bersumber Dari-Nya

    Selamat atas diluncurkannya site ini. Semoga mereka yang menggunakan akal dan logika yang sehat dapat mengkaji muatan-muatan blog ini, dan jauh dari emosi dan sentimen mazhab.

    Qur’an, Hadis dan Akal yang menjadi pelita bagi jalannya dalam mencari kebenaran hakiki. Semoga

  5. Salam…Anda memiliki hak untuk menganggap Ali bin Abi Thalib itu sebagai manusia biasa. Silahkan saja, toh masalah ini adalah sebuah kesimpulan dari kitab-kitab sejarah yang telah diakui validitasnya yang menukil keutamaan Ali bin Abi Thalib.
    Saya persilahkan Anda membaca Voice of Justice karya George Jordac ihwal kepribadian Ali bin Abi Thalib, kemudian Anda dapat membuat sebuah kesimpulan Bro…
    Saya sepakat dengan Anda, bahwa inna akramakum ‘indaLlahi Atqakum. Tapi bukankah ketakwaan itu bergradasi? Apakah Anda menerima Ayat al-Qur’an bahwa Tuhan mengutamakan sebagian nabi atas sebagian yang lainnnya? Apakah makrifat Ali bin Abi Thalib sama dengan makrifat Wali Songo?
    Apakah Anda pernah membaca sejarah tentang Ali bin Abi Thalib dan Wali Songo kemudian Anda membuat perbandingan di antara keduanya?
    Jernih di sini yang Anda maksudkan apa? dan bagaimana Anda mendefinisikan emosi itu?
    Apakah Antara kultus (idolize) dengan ihtiram (dignify atau honorify) itu sama?

    best Regard
    Bloger Sunni

  6. Brother in Islam,

    Apakah Anda menggantikan posisi Tuhan, sehingga berani menilai seseorang lebih berkualitas takwanya dibanding yang lain?

    Sejarah tidaklah tunggal, dan dia seolah mengada karena ada pendukungnya. Ketika anda mengklaim satu versi saja sebagai kebenaran, maka sejarah sudah menjadi bagian struktur ideologi yang penuh mitos. Get it?

  7. Salam Bro..
    Nampaknya saudaraku tidak menangkap dengan baik message di balik postingku sebelumnya. Apakah pembaca kitab-kitab sejarah atau hadis yang kemudian sampai pada sebuah kesimpulan dapat berperan sebagai Tuhan? Saya bertanya bahwa apakah Anda pernah membaca sejarah ihwal Ali bin Abi Thalib kemudian membandingkannya atau mensejajarkannya dengan Wali Songo? Sejarah yang sampai kepada Anda, Saya dan kita semua memang telah bias dan berpihak, dengan logika dan akal sehat kita dapat menjudgenya untuk mengantarkan kita kepada sebuah kesimpulan, baik atau buruknya seseorang, perannya dalam membangun peradaban, pandangan dunianya, aphorismenya. Bukan dengan menolak sama sekali kisah-kisah historic secara keseluruhan dan kemudian menjadikannya ahistoris…
    Di sini saya mengelola blog ini untuk memilah atau menjadi pembanding dan alternatif atas sejarah-sejarah bias yang sifatnya monochorome dan tunggal, yang barangkali telah sampai kepada Anda melalui terjemahan kitab-kitab sejarah, (dimana mayoritas orang-orang banyak menjadi korban, mungkin termasuk Anda??) tanpa merujuk ke sumber aslinnya untuk kemudian melakukan operasi teks dan konteks.

  8. Kawan,

    Setiap aktor sejarah punya peran masing-masing pada zamannya. Setiap zaman mempunyai ukuran sendiri akan pengaruh mereka terhadap peradaban. Keduanya incommonsurability. Itulah sebabnya, jangankan mengunggul-unggulkan Ali terhadap Wali Songo, memperbandingkannya keduanya saja sudah absurd. Itulah sebab, saya mengingatkan Anda, bahwa Anda tanpa sadar dan secara emosional sudah terjebak dalam pengkulutsan terhadap individu atau kelompok yang merupakan bagian dari sikap ideologis Anda.

  9. Salam Kawan..
    Ayo dong berpikir bening…
    Wali Songo itu dari mana menerima Islam? Zaman itu memiliki taqaddum (terdahulu) dan taakkhur (terkemudian), taqaddum dan taakkahur ini yang kemudian meniscayakan jarak rentang waktu yang membuat wali songo jauh tertinggal dari Ali bin Abi Thalib. Ali bin Abi Thalib menyaksikan turunnya wahyu, asbabun nuzulnya (dan bahkan banyak ayat-ayat yang diturunkan berkenaan dengan Ali bin Abi Thalib, tapi sependek pengetahuan saya tiada satu pun ayat yang diturunkan berkenaan dengan Wali Songo).
    Saya menerima Islam pasti melalui Wali Songo, sebagaimana Wali Songo menerima Islam dari pendahulunya, termasuk Ali bin Abi Thalib. Apakah Anda mangkir dari realitas sejarah ini? Penghormatan (bukan Kultus Bro) kepada Ali bin Abi Thalib tidak mengurangi pemuliaan saya kepada Wali Songo.
    Anda sepertinya harus membuka kitab-kitab memoar (kayaknya dengan istilah sejarah Anda alergi, maaf) tentang Wali Songo dan Ali bin Abi Thalib..
    Nanti yaa..saya sharing ucapan-ucapan Kanjeng Nabi ihwal keutamaan Ali bin Abi Thalib, dan saya persilahkan Anda, (gak usah Wali Songo deh, misalkan saja Anda carikan keutamaan Abu Bakar, Umar, Utsman) dan saya siap postingkan di blog ini dengan senang hati…

    Take Care..

    Okay…

  10. Kawan,

    Anda belum menangkap yang dimaksud dengan incommonsurability dalam hal Wali Songo dan Ali. Begini. Apakah anda bisa menghendaki di mana dan kapan anda bisa dilahirkan? Keberadaan kita adalah karena “keterpaksaan,” dan kita tidak bisa menolaknya. Ali tak bisa menolak keberadaannya saat itu dan berperan sebagaimana seharusnya sebagai seorang Ali. Demikian Wali Songo. Keterpaksaan inilah yang membuat setiap aktor dalam setiap zaman takseperbandingan satu dengan yang lain. Cobalah berpikir dengan terbuka, bukan dengan emosi.

  11. Salam Bro..
    Anda banyak berhutang PR yang tak terjawab dari beberapa posting sebelumnya.
    Saya sepakat dengan Anda bahwa masing-masing memiliki peran dan kiprah dalam mengajarkan dan mengembangkan Islam. Di sini common point kita. Namun peran mereka masing-masing bergradasi dari sisi intensitas, keluasan pengaruh dan kiprahnya pada masa-masa awal Islam. Dan Wali Songo konteksnya lokal sementara Ali bin Abi Thalib konteksnya global dan universal. Pengaruh Ali bin Abi Thalib sebagai konsekuensi precedenya masa dan zamannya jelas sekali dapat ditemukan dalam ajaran Wali Songo. Jarak yang terbentang ini yang meniscayakan proses mempengaruhi dan dipengaruhi. Dengan demikian, ketika Anda sedemikian hormatnya kepada Wali Songo (tanpa menyebutkan fadhilahnya), kenapa tidak saya menghormati (bukan kultus Bro) Imam Ali bin Abi Thalib (dengan seabrek keutamaan dan keunggulan).
    Kayaknya Anda untuk menambah referensi Anda dalam mempelajari tokoh-tokoh sejarah (Wali Songo), silahkan Anda klik Abatasya.net
    Ruang tamu ini sepertinya kurang tepat untuk mendiskusikan masalah ini, OKI saya mengajak Anda ikut member MILIS http://www.islamalternatif.net untuk membicarakan masalah-masalah sejarah, peradaban, politik ,perbandingan agama dan http://www.wisdoms4all.com/Indonesia untuk masalah-masalah filsafat, kalam dan neo-kalam, serta tasawuf. Saya dengan senang hati bisa berdiskusi dengan Anda di sana..
    Ke depannya, barangkali saya harus menspam komentar Anda, karena saya Anggap Anda tidak mampu menjawab PR-PR yang seharusnya Anda jawab, jawablah pertanyaan ini dengan rasional, logis dan penuh dengan emosi (silahkan. saya mempersilahkan Anda menggunakan emosi).

    Semoga Tuhan Membimbing Kita Semua

    Bloger Sunni..

  12. Salam kenal buat pemilik blog ini. semoga blog ini membawa manfaat . buat Mas Junarto anda terlalu naif membandingkan Sayidina Ali dengn Wali songo… apapun alasan anda, tetap anda terlalu naif.

  13. Salam Kenal Mas…
    Harapan saya demikian, bahwa semoga blog ini membawa manfaat bagi para user dan visitornya dalam mengawalinya meniti jalan makrifat.

    Best Regards

    Bloger Sunni

  14. ada yang pegang telinga gajah, ada yang pegang belalai gajah, ada yang kaki gajah, ada yang pegang ekor gajah, masing-masing orangbuta gak ada yang memegang seluruh bagian tubuhnya.
    mereka gak ada yang salah, tapi mereka saling menyalahkan karena berbeda pendapat. maaf, kita-kita ini pegang bagian yang mana?

  15. Salam…
    Pegang yang Anda lihat (dengan asumsi kita adalah orang yang melihat).. dan bersiteguhlah kepadanya…

    Bloger Sunni

  16. pada asalnya agama dan keyakinan harus melalui cinta, agar agama itu tidak gersang ,kaku, dan jumud. banyaknya syiar syiar agama seperti maulid, haul, ziarah dll justru adalah penguat islam karena islam adalah kombinasi solid antara rasionalitas yang diliputi refleksi emosional.

    oleh karena itu saya meyakini siapapun orangnya jika berbasiskan cinta dan rela hati tanpa ada rasa iri kepada orang-orang yang telah dipilih Allah insya Allah lebih mudah baginya mempelajari manhaj ahlulbait as.

    sekalipun tidak mengecilkan metode lain, tetapi jika hanya berangkat dari konteks aqidah tanpa filsafat, fiqih tanpa akhlaq,iman tanpa cinta. maka semua pemahaman kita akan mengeras dan justru menghilangkan esensi islam itu sendiri.

  17. Salam Mas,

    Ini namanya Blog Sunni, tapi kok isinya ajaran Syiah ???

    Yg fair donk, mas. Sunni ya bilang Sunni, Syiah ya bilang Syiah donk.

    Kalo emang mau promosi ajaran Syiah, ya pake aja nama Blog Syiah jangan Blog Sunni.

    Ini jadinya kok seperti orang2 Kristen yang suka bikin2 blog Islam, tapi isinya ajaran Kristen. Ngga asik ah.

    Cido

  18. Salam Mas..
    Saya sebagai seorang Sunni wajar dan sah-sah saja menyebut blog ini sebagai Blog Sunni, terlepas di dalamnya ada kecendrungan “bias” terhadap ajaran Syiah.
    Sebagai seorang Sunni yang merdeka dan kritis, saya lumayan banyak membaca literatur sejarah dan hadis. Dari hasil bacaan tersebut, terangkum banyak pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh kita sendiri, sebelum digugat oleh Syiah (yang konon kabarnya sangat rasional dan kritis).
    Hasrat saya ingin menjadi Sunni yang sebenarnya. Menjadi seorang yang benar-benar mengamalkan Sunnah berdasarkan kajian kritis dan analitis. Mas pasti dapat membantu saya…?

    Bloger Sunni

  19. Adakah agama itu selain cinta dan mahabbah?

  20. …merdekalah pikiran2 anda wahai saudara pemilik blog ini….
    saya tahu anda sedang mencari kebenaran..dan memang seharusnya manusia seperti itu….
    saya yakin Islam dan kitab nya adalah kebenaran yang hakiki dan merupakan sebuah pegangan supaya kita tidak tersesat dalam mengaruhi hidup ini…tapi pakah manusia telah memegangnya dengan benar?…
    seperti halnya dengan lahir dan kematian, suatu kejadian pasti bahwa kita telah dilahirkan ke dunia ini dan kematian juga adalah suatu kepastian yang kita yakini akan mengalaminya juga, kedua itu sebagai kebenaran yang hakiki…tapi pakah manusia telah menjalani jalan hidupnya mulai lahir sampai matinya dengan benar…
    Allah tidaklah menciptakan sesuatu dengan sia-sia
    manusia di dunia ini ada awal dan ada akhirnya, dilahirkan dengan mulai 0 tahunnya…dan akan mati pada akhir tahunnya, seperti halnya awal disaat kita menerima agama Islam ini, sudah menjadi kewajiban kita mencari suatu jalan yang lurus sampai kehidupan untuk mencari tertutup oleh takdir kematian….
    jika engkau merenungi engkau tidakkan menyia nyiakan hidupmu dalam sebuah kerugian…yaitu membuang waktumu tanpa mencari jalan yang lurus…
    engkau tidak perlu takut dalam mencari jalan yang lurus itu…jalan itu seperti cahaya matahari pagi sampai siang hari…dan seperti cahaya bulan dimalam hari…
    yang akan menerangi wajahmumu dikala engkau memandanginya…
    janganlah engkau menjadi seperti manusia yang telah puas hidup dalam kamarmu yang cukup dengan cahaya lampu bohlam.
    baca dan bacalah….dengar dan dengarlah…ingat dan ingatlah…berpikir..berpikirlah…dan pahamilah seluruhnya…fungsikanlah semua inderamu dalam mencari jalan itu sebagaimana tujuan inderamu diciptakan…

    Wassalam

  21. Insya Allah Bro..mari kita berdoa kepada Yang Mahamendengar dan Mahaempati terhadap setiap kelu dan kesah hamba-Nya..
    Semoga kita mendapatkan bimbingan-Nya untuk memilih antara emas dan loyang, antara bubur dan tinja, antara mutiara dan tembaga, antara hak dan batil..

    Trima kasih…

    Blogger Sunni

  22. Salam Wannabesunni, blog yang keren … Selamat dan maju terus … 🙂

    @ Junarto Imam Prakoso

    Apabila manusia diukur semata-mata karena takwanya, lantas apakah realitas takwa itu sendiri sejajar, ataukah bertingkat-tingkat? Jika takwa hanya bisa diukur oleh Allah swt seperti yang anda katakan, yaitu:

    “Apakah Anda menggantikan posisi Tuhan, sehingga berani menilai seseorang lebih berkualitas takwanya dibanding yang lain?”

    Lantas bagaimana anda bisa tahu bahwa ketakwaan Imam Ali dan Wali Songo itu sederajat, sehingga Imam Ali dan Walisongo itu sama? Jika pernyataan kesamaan yang ingin anda katakan terkait dengan kemanusiaan Imam Ali dan Wali Songo, maka hal itu jelas tidak membuktikan kesamaan dalam konteks ketakwaannya, sehingga hal itu masih tetap meniscayakan bahwa ketakwaan Ali bin Abi Thalib dan Wali Songon tidak sama … Karena seperti yang anda katakan bahwa ketakwaan kepada Allah tidak bisa diukur oleh manusia …

    Sebenarnya, hal pertama yang harus anda perhatikan adalah pernyataan yang antum lontarkan sendiri, yaitu: “Buat saya Ali bin Abi Thalib itu manusia biasa”. Ini adalah penilaian anda dari sisi realitas fisik Ali bin Abi Thalib, dan jika ini ukuran anda, maka saya, anda, Rasul saw, Wali Songo, Abu Jahl, Hitler, dan lain sebagainya adalah sama. Karena toh, kita adalah manusia biasa. Tapi ukuran kemanusiaan itu beda dengan ukuran fisik manusianya. Nilai-nilai kemanusiaan adalah kualitas yang dimiliki oleh seorang manusia dan hal ini dilihat dari perbuatan dan sumbangsih mereka kepada kemanusiaan dan umat manusia.

    Untuk itu, memang benar bahwa secara fisik, Imam Ali adalah manusia biasa, tapi yang membedakan beliau dengan saya, anda, Wali Songo dan lain sebagainya adalah kualitas kemanusiaan Ali bin Abi Thalib dan pelayannya kepada kemanusiaan dan umat manusia.

    Dengan demikian, penilaian kepada kualitas kemanusiaan seorang manusia, jelas tidak terkait dengan menuhankan seseorang … !

    Terakhir, terlepas dari kualitas kemanusiaan Ali bin Abi Thalib, maka pengakuan anda kepada kualitas kemanusiaan Wali Songo meniscayakan anda sendiri telah memposisikan mereka sebagai manusia-manusia yang setidaknya lebih tinggi dari diripada kualitas kemanusiaan anda sendiri. Betul bukan? Karena akan sangat berlebihan bila anda ingin disejajarkan dengan Wali Songo? Baik hal itu mau diukur dari sisi kualitas kemanusiaan mereka, dan lebih lagi peran mereka dalam sejarah Islamisasi di Tanah Air?

    Menurut hemat saya, bila anda sendiri tidak keberatan dengan pengkultusan yang anda lakukan kepada Wali Songo, lantas mengapa anda keberatan dengan mengakui kualitas pribadi Imam Ali bin Abi Thalib? Dan jika pengkultusan anda kepada Wali Songo anda kategorikan sebagai manusiawi, lantas mengapa pengkultusan kepada pribadi Ali bin Abi Thalib ingin anda identikan sebagai menuhankan?

    Prinsip penilaian anda menurut saya tidak rasional :mrgreen:

  23. $ (iconnya doang) Musadiq Marhaban:
    Terima kasih banyak telah memberikan komentar dan disclaimer atas “kerewelan” Sdr. Imam Prakoso.
    Tapi saya sangsi apakah beliau masih mau surfing ke Blog ini karena telah saya berikan talak 1 lantaran ia tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dialamatkan kepadanya. Tapi talak ini masih sifatnya talak rij’i kok, artinya masih bisa rujuk sekiranya mampu menjawab pertanyaan yang dimaksud dan menyanggah komentar Sang Maestro MM. 😉

    :mrgreen:

  24. bloh yang bagus…
    boleh kapan2 saya kutip..yah.

    btw..artikel “kutemukan kebenaran ini kisah siapa yah ?”
    sepertinya bukan Dr tijani..?
    trus footnotenya kok nggak muncul bro…

    maju terus…dengan tema yg baru….

  25. Hai semua..!! Web Blog nya baguss.. banyak referensi untuk dibaca.. saya sangat senang sekali menemukan website ini! Saluuut untuk Adminnya.. kerja yang bagus rapi dan mengesankan.. Terimakasih atas servisnya! Saya akan lebih sering lagi mengunjungi website ini.. OK..!! ^_^
    ———————————————————————————————-
    bagaimana saya menghasilkan 294 juta menjalankan bisnis sederhana di internet ?! bagi anda yang ingin punya website bisnis online sendiri dan menghasilkan ratusan juta rupiah dari internet saya tunjukkan bagaimana caranya di http://www.Investasibiz.com klik link web di bawah ini sekarang !! dan saya berikan script php website program reseller … http://www.Investasibiz.com … dan informasi lain yang mungkin akan anda tanyakan silahkan akses alamat web berikut ini : http://about.Investasibiz.com

  26. blog yang kaya ilmu
    salam kenal

  27. terimakaish atas artikel dan tulisannya, apa yang anda cantumkan di blog ini sangat membantu saya. trimakasih. smoga yang membangun blog ini sehat selalu

  28. Assalamualaikum

    situs ini bermanfaat bagi saya, wah makasih nih, kapan2 mampir lag iah

  29. Assalamualaikum

    situs ini bermanfaat bagi saya, maksih mmas ya…mas

  30. ASkum

    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas informasi-informasi yang di tampilkan disini. artikel yang ada disini sedikit banyak telah membantu saya dalam mengerjakan tugas. yup

  31. Bagus sekali pendapat yang di kongsi bersama…bagi kita di malaysia tidaklah perkara ini di bincang bincang cuma kata kata kenalan yang bisa ditepis…Sudah pasti setiap kaum ada pemimpinnya…begitu jugak dgan abu bakar omar osman and ali…mereka inilah penggerak islam..Tiap tiap mereka ini telah diberi wirid oleh rasulullah…4 orang sahabat ini telah menerima baiah dari rasulullah…dari msahabat inilah amalan amalan rasulullullah di praktikkan sehingga sekarang ini…dan maseh ada lagi manusia yang menerima baiaah sehingga tika ini…bayangkan lah 1400 tahun dulu sampai sekarang baiahnya diamalkan…dari rasul kepada sahabat sehinggalah kepada kita sekarang ini…4 orang itulah yang menyebarkan amaln amaln rasul itu keseluruh dunia…jalan nya memang di cari yahudi…orang yahudi sangat takut gulungan ini…

  32. Nice, Fresh, healthy and higienis.
    hmm… nyamm….nyamm…..
    menu-menu lama sudah bosan, napa baru skarang-skarang ini yak, ane nemuin menu baru yang “super delight customer ?”. yeach… menu dari Ahlul Bayt…!!
    Situs yang mencerahkan. Sangat ditunggu tulisan-tulisannya. Selamat berkarya.

  33. Assalamualikum
    Salam Kenal..

    Salut ma tulisan dan sisi pencerahan, untuk kedepan saya berharap anda tidak terjebak oleh perdebatan kaum fanatisme, tetap mengedepankan sisi ukhuwah dalam menjelaskan sisi2 kebenaran agama..semoga antum tetap dalam lindungan Allah SWT
    salam kenal dari saya

    Allahumma shali ala Muhammad wa aali muhammad
    wassalam

  34. Assalamualaikum wr.wb

    Akhi/ ukhti hati2 dunk kalo biin web jangan mengadu domba. Klo nih blok Syiah jgn pake nama Sunni dunk kan menyesatkan tau.
    Mungkin ini sebagai nasihat dan masukan sebagai pembading bagi sunni dan syiah
    1. Klo Sunni kan jelas dalam periwayatan hadist ada periwayatan yang jelas rawinya atau periwayatnya tapi kalo dari syiah menjelaskan hadis gitu2 aj tanpa periwayatan da gak jelas sanadnya
    2. Klo Sunni tuh jelas ngasihin ayat dalil asbabun nuzulnya jelas dan dapat diertanggung jawabkan tapi saat tadi baca asbabun nuzul al-maidah ayat3
    Padahal tuh yang bener ketika turun ayat al maidah ayat 3 orang yahudi berkata bahwa sekiranya ayat itu turun pada kami niscaya akan kami jadikan hari raya saat itu. Umar bin khatta r.a. yg bertemu orng yahudi mengatakan beliau lebih tahu hari itu (saaat haji wada’) mengatakan bahwa ia tahu dan kejadian tempat itu. Dan para sahabat termasuk ali bin abi thalib r.a gak mungkin deh ngartiin tuh ayat sebagai hari raya al ghadir dan kayaknya hadis yang di cantumin dibuat2 deh kok gak ada sanad dan perawinya
    Maaf ya tapi tuh emang bener islam tidak hanya berdasar hawa nafsu kalo kita bener2 cinta rasul harus nyantumin sanad hadis yag jelas jangan sampai berdusta atas nama nabi karena balasaanya tempat duduk di neraka
    Jangan sampai mengaku cinta dan keluarga nabi tapi malah perbuatannya tidak sesuai dengan contoh rasullullah dan perbuatannya
    jadi yang fair dunk

  35. Ngomong2 masalah hadis
    Kalo emang tuh hadis sahih dan perwinya jelas maka layak kita terima
    Aneh heran dan terkejut ketika kemarin baca buku syiah yang memuat biografi sahabat Talhah dan Zubair bin Awwam sahabat rasullullah yang dijami masuk surga, Dalam buku tersebut mereka mencela sahabat2 tersebut, padahal para sahabat termasuk ali bin abi thalib ketika ditanya tentang kondisi para sahabat dan yang lain beliau tidak pernah mencela bahkan memberi kesaksian yang baik dan saya malah heran ketika dua sahabat tersebut malah dijuluki pecinta dunia dan penggadai keimanan seburuk itukah citra para sahabat dimata merka padahal rasullullah melarang kita mencela sahabatnya
    Sebagai rujukan tuh buku emang mencirikan syiah bngt
    Satu hal yang perlu kita renungkan bersama mengenai Syiah dan sunni sesuai
    Ada sebuah kaidah yang sangat agung dan merangkum wasiat para salafus saleh murid para sahabat nabi. “Tidak akan ada yang bisa memperbaiki generasi akhir umat ini melainkan dengan sesuatu yang telah berhasil memperbaiki generasi awalnya. Oleh sebab itu ajaran apapun yang tidak termasuk agama pada hari itu maka juga bukan termasuk agama pada hari ini.” (silakan lihat wasiat-wasiat para ulama ini lebih lengkap di dalam Al Wajiz fii ‘Aqidati Salafish shalih, hal. 197-206)

    Oleh sebab itulah maka tidak mengherankan jika Imam Abu Ja’far Ath Thahawi rahimahullah mengatakan dengan tegas di dalam kitab ‘Aqidahnya, “Kami mencintai para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kami tidak melampaui batas dalam mencintai salah satu di antara mereka. Dan kami juga tidak berlepas diri dari seorangpun di antara mereka. Kami membenci orang yang membenci mereka dan kami juga membenci orang yang menceritakan mereka dengan cara yang tidak baik. Kami tidak menceritakan mereka kecuali dengan kebaikan. Mencintai mereka adalah termasuk agama, iman dan ihsan. Sedangkan membenci mereka adalah kekufuran, kemunafikan dan pelanggaran batas.

  36. SALAM KENAL
    Dengan FRONT KOMUNITAS INDONESIA SATU (FKI-1, Ormas Independen). Utk lebh mengetahui kegiatan dan AD/ART FKI-1 dpt dilihat di Website:www.apindonesia.com (Klik LOGO FKI-1).
    Terima Kasih Imas Nurhayani,SE. Sekretariat:Gd.Dewan Pers. Jl.Kebon Sirih No;32-34 Jakarta Pusat. Tlp:0213503349, 3864167, 0818798586. Email:satufki@gmail.com.

  37. Ya Allah…

    semoga engkau timpakan azab yang sesuai bagi orang yang sesat lagi menyesatkan…

    namun berikanlah rahmatmu bagi orang yang beriman sesuai Al Quran dan Sunnah…

    Amin ya rabbal alamin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: